Awalnya aku sempat berpikir bahwa semua akan lebih baik bila diakhiri saja. Aku capek dengan hubungan yang menggantung hampir 2,5 tahun ini. Apa lagi akhir-akhir ini sikapnya padaku benar-benar berubah. tapi ternyata itu tidak semudah yang aku bayangkan. memori-memori indah saat bersama selalu muncul. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba memperbaiki semuanya.
Aku memutuskan untuk segera pulang ke Semarang setelah selesai UAS untuk memberikan kejutan pada hari ulang tahunnya. Semua sudah direncanakan sedemikian rupa sampai aku meminta murid-muridnya untuk membantuku. pada saat harinya tiba, taksi yang seharusnya menjemputku ke bandara terkena macet. Aku benar-benar takut ketinggalan pesawat. Aku sudah hampir menangis dan putus asa. Aku sampai mengirim sms ke adiknya agar aku tahu rencana dia hari itu dan agar adiknya membantuku kalau sampai aku telat sampai di Semarang. Akhirnya aku sampai di bandara kurang 5 menit sebelum jam penerbangan. Di tempat check-in dikatakan bahwa pesawat sudah akan berangkat. Aku lari menuju tempat boarding dengan penuh perjuangan karena barang bawaan yang berat dan high-heels. setelah sampai di ruang tunggu, aku mendapat informasi bahwa keberangkatan ditunda setengah jam. Fiuh....Thanks Lord... Aku benar-benar lega mendengarnya.
Akhirnya acara kejutan berjalan dengan lancar dan aku bisa memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya. Semua masalah sudah terselesaikan. Setelah itu pun kami kembali berkomunikasi seperti biasa. Namun, kami tidak sempat bertemu.
Seminggu setelah hari ulang tahunnya itu, Ia meminta untuk kita pacaran. Seharusnya aku senang karena memang itu yang selama ini aku tunggu. Tapi aku teringat akan kejadian-kejadian sebelumnya. Selama 2,5 tahun itu dia sudah sering mengatakan itu dan memintaku untuk memikirkannya matang-matang. Tapi apa? Ia tidak pernah menganggap jawaban yang aku berikan dan selalu saja tetap sama. Aku takut ia begitu lagi sehingga saat itu aku hanya berkata padanya bahwa aku tidak bisa sekarang. Aku tidak mau dia bertanya hanya main-main. Beribu macam alasan dia keluarkan tentang mengapa jawabanku yang dulu tidak pernah dianggapnya. Aku minta dia membuktikan kalau memang dia serius.
Bukannya menunjukan keseriusan tapi ia malah menghilang. Tidak ada sms atau telepon. Sebulan kemudian ia mengirimkan sms. Aku sangat senang akhirnya ia memberiku kabar.. tapi ternyata....T_T aku sampai tidak tahu harus bagaimana membalas sms itu. Ia mengatakan bahwa ia sudah merasa lebih baik sekarang dan ia ingin agar kita tetap menjadi teman saja. Memang ia bukan siapa-siapa. Ia bukan pacarku. Tapi 2,5 tahun bukan merupakan waktu yang singkat. Hatiku benar-benar hancur saat itu. Rasanya jauh lebih sakit dari pada saat aku putus dengan mantanku.
Akhirnya smsnya yang dikirimkan dari siang itu baru kubalas malam hari. Aku hanya bisa melepasnya. Aku berkata bahwa baiklah kalau ini keputusannya. Memang berarti dia tidak serius. Maafkan atas semua kesalahanku selama ini. Maafkan juga kalau aku sempat membuatnya stress karena papaku yang tidak suka padanya. Aku mengerti kalau akhirnya dia lelah dengansemua itu. Aku hanya berharap agar dia bisa bahagia.
Berbulan-bulan aku tidak bisa menikmati liburanku dan aku hanya bisa merasa sedih. Mungkin aku tersenyum di depan teman-temanku, tapi sesungguhnya hatiku menangis. Hari terakhir aku berbicara dengannya adalah ketika ulang tahunnya itu. Kenangan-kenangan itu selalu muncul dalam pikiranku. Aku tidak bisa percaya bahwa semuanya telah berakhir begitu saja bahkan sebelum dimulai.
Beberapa minggu setelah itu aku datang ke gereja untuk mengikuti perjamuan kudus. Saat itu ternyata ia bertugas sebagai PNK. Aku yang duduk dibalkon atas bisa dengan jelas melihatnya. Aku tidak ingin ia menggangguku. Aku memfokuskan diri pada ibadah dan firman. Setelah kebaktian selesai, aku tidak bisa lagi menahannya. Semua jemaat sudah mulai berjalan menuruni tangga. Aku sendirian masih duduk terdiam dan air mataku keluar dengan sendirinya. Ketika itu perasaanku sangat kacau. Ia sempat melihat ke arahku saat aku menangis. Namun ia tidak menyapaku dan hanya seperti orang yang tidak kenal. Itu adalah pertemuan kita yang terakhir hingga sekarang ini.
KEBENARAN YANG TERUNGKAP
Saat libur lebaran ini, tanpa sengaja aku tahu banyak hal tentangnya. Ternyata selama ini dia sering sekali berbohong padaku. Sifat-sifatnya yang selama ini ditunjukkan di depanku ternyata sangat berbeda dengan dirinya yang asli. Terlalu banyak kepalsuan. Hatiku sangat sakit sampai aku ingin sekali bertemu dengannya dan memukulnya dengan keras.
Di tengah-tengah kemarahanku yang membara, sahabat-sahabatku mengingatkanku untuk memaafkannya dan melupakan semuanya. Bahkan mantanku yang biasanya keras dan suka berantem juga mengingatkanku untuk tidak mengotori tanganku untuk memukul. Ia menyarankanku untuk memaafkan dan mendoakan saja. Air mataku terus mengalir setiap malam dalam gelapnya kamar tidur. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya aku menangis. Aku tidak ingin seperti ini. Aku tidak suka memiliki musuh. Tapi ia benar-benar keterlaluan dan benar-benar membuatku sakit. Apa lagi setelah aku tahu ia mempermainkan aku.
Satu bulan setelah ia meminta selesai, aku melihat foto di FBnya. Saat latihan musik, ia berfoto bersama teman-teman bandnya. Ia menggunakan baju couple kita. Baju dengan gambar mickey dan bertuliskan "hello,i miss u too minnie". Tapi ternyata sekarang ia sudah memiliki pacar yang baru lagi. Secepat itukah ia melupakanku? Sebegitu tidak berartinyakah aku bagi dia?
THANK YOU SO MUCH MY FRIENDS
Di tengah-tengah rasa sakitku ini, aku benar-benar merasa beruntung. Aku beruntung karena aku akhirnya mengetahui seperti apa dirinya yang sebenarnya. Aku beruntung karena hubungan itu belum sampai lebih dalam lagi.
Aku juga beruntung karena aku memiliki sahabat-sahabatku yang selalu mendukung dan menghiburku. Sahabat yang selalu mau mendengar keluhku. Sahabat yang mau menghiburku. Thx guys for ur support.. Ur the best.. I miss u so much
Selain itu, di liburan kali ini aku jadi semakin dekat dengan teman-teman di gerejaku. Saya sangat beruntung dapat dekat dengan mereka. Mereka sering mengajakku mengikuti banyak kegiatan dan sering mengajakku pergi sehingga aku tidak memiliki waktu untuk sendirian dan memikirkan sakit hatiku itu. Terima kasih untuk semua nasihat dan dukungan kalian. I love KoRem and I miss u guys.. Ur a second family for me
Everything happens for a reason
Thanks Lord for giving me this kind of experience. Aku percaya rencanaMu yang terindah bagiku. Aku dapat belajar banyak hal dan menjadi semakin dewasa. Trima kasih karena Engkau telah mengirimkan orang-orang di sekelilingku untuk menguatkan dan mengingatkan aku.
Now I can surely shout loud : "I'M GONNA BE OK.. I'M OK WITHOUT U"
Just finish that long story and close the book.
I'm gonna start a new story..